Menjadi Mitrautama Berkarakter
dengan Filosofi Angsa
dengan Filosofi Angsa
Ketika manusia lahir ke dunia, sesungguhnya dia telah menyandang predikat khalifatullah fil ‘ard (wakil Allah SWT di bumi) sekaligus menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, ketika seseorang menjabat atau menduduki posisi tertentu di sebuah institusi sesungguhnya dia telah dipilih sekaligus menyanggupi untuk memimpin, bahkan ketika seseorang menikah untuk membangun rumah tangga, sesungguhnya dengan sadar dia telah memproklamirkan diri dan siap menjadi pemimpin bagi keluarganya. Kepemimpinan adalah bentuk amanah yang harus dipertanggungjawabkan baik di hadapan Allah SWT maupun di hadapan yang dipimpinnya. Dalam memimpin ada konsekwensinya. Tampil dengan karakter yang kuat, tidak mudah mengeluh, selalu bersikap tenang, menjadi bagian dari solusi adalah harapan kita selaku yang dipimpin. Karena itu diperlukan pemimpin yang berkarakter dengan keteladanan yang tinggi. Model pemimpin terbaik yang dimiliki oleh umat Islam adalah Muhammad SAW.
Pernahkah Anda memperhatikan seekor angsa yang sedang berenang di kolam atau di sungai? Di permukaan air, alangkah anggunnya angsa itu. Terlihat tenang, memikat yang memandang, dan tidak grasa-grusu. Tapi di balik itu semua di bawah permukaan laut angsa itu giat bekerja, kaki-kakinya sibuk mengayuh untuk berenang agar tetap terapung di permukaan air, kadang-kadang dia menenggelamkan dirinya ke dasar kolam atau sungai untuk mencari remis, ikan kecil atau lainnya sebagai makanannya. Setelah sibuk di dasar kolam atau sungai, angsa itu kembali muncul ke permukaan air dengan tenang seakan tidak terjadi apa-apa. Walaupun saat menyelam
Sebagai manusia yang bijak, kita tentu dapat mengambil pelajaran dan hikmah dari peristiwa apapun termasuk dari angsa itu. Bahwa sangat banyak permasalahan dan kesulitan yang kita hadapi itu pasti. Karena memang itulah bagian dari hidup, tapi penyikapan terhadap masalah dan tantangan itulah yang menjadikan orang terlihat memiliki karakter pemimpin atau tidak. Seberat apapun tantangan yang Anda hadapi sebagai mitraniaga, tetaplah tampil tenang, tidak mengeluh, apalagi berpikir dan berkata negatif di depan mitramuda Anda. Sikap apapun yang muncul dari Anda akan sangat mempengaruhi mitramuda Anda. Semua mempunyai tantangan dalam konteksnya masing-masing, tapi tetaplah tenang, tetaplah anggun, tetaplah tampilkan performance terbaik Anda. Tapi di balik itu semua Anda tetap giat, tetap berpikir dan bekerja keras mencari solusi untuk menyelesaikan tantangan Anda sambil terus melakukan amanah kepemimpinan. Ingatlah jika pemimpin kuat, tidak mudah mengeluh, selalu tenang maka yang dipimpinnya akan jauh lebih tenang. Tapi ketika pemimpin selalu mengeluh, berpikir dan dan bertindak negatif, pesimis, maka kehancuran hanya tinggal menunggu waktu.
(HRM) dari www.ahadnet.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih untuk kesediaanya mengisi kolom komentar berikut ini: